KETIKA HEADLINE MENJADI IDENTITAS LOKAL: STILISTIKA JURNALISTIK RADAR BANJARMASIN DALAM BINGKAI BUDAYA BANUA
Keywords:
bahasa jurnalistik, budaya Banua, headline, media lokal, stilistikaAbstract
Penelitian ini menganalisis karakteristik bahasa jurnalistik, bentuk gaya bahasa, dan representasi lokalitas budaya Banua dalam judul berita Radar Banjarmasin edisi Maret 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis stilistika. Data berupa 14 judul berita yang dipilih secara purposif dari arsip e-paper berdasarkan keragaman struktur dan kekayaan ekspresinya. Analisis memadukan prinsip bahasa jurnalistik Rosihan Anwar—ringkas, padat, jelas, lugas, sederhana, hemat kata, dan mengutamakan konstruksi aktif—dengan kajian stilistika pada pilihan leksikal, struktur sintaksis, metafora, personifikasi, hiperbola, ungkapan lokal, serta efek komunikatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar judul menyampaikan inti peristiwa secara ekonomis dan mudah dipahami, tetapi masih ditemukan konstruksi pasif, elipsis subjek, struktur administratif yang panjang, serta ketidakkonsistenan ejaan. Secara stilistik, sampel memperlihatkan lima kecenderungan: gaya formal-netral, dramatik-literal, metaforis-personifikatif, hiperbolik ringan, dan ekspresif-evaluatif. Istilah “bagarakan sahur” dan “perang sarung”, serta penyebutan ruang lokal seperti Martapura dan Banjarbaru, berfungsi sebagai penanda kedekatan kultural. Temuan ini memperlihatkan adanya keseimbangan strategis antara efisiensi informasi, daya tarik bahasa, dan pembentukan identitas media lokal. Namun, karena data dipilih secara purposif, temuan merepresentasikan kecenderungan pada sampel, bukan keseluruhan judul terbitan Maret 2025.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Cahaya, Zainal Pikri, M.Ag., MA., Ph.D, Mariyatul Norhidayati Rahmah, S.Ag., M.Si (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




