Archives

  • Agama, Komunikasi, dan Etika Sosial di Era Transformasi Budaya dan Digital
    Vol. 1 No. 2 (2025)

    Edisi Jurnal RISANI Vol. 1 No. 2 ini menyoroti interaksi antara agama, komunikasi, dan etika sosial dalam konteks transformasi budaya dan digital. Artikel-artikel dalam edisi ini membahas akulturasi nilai Islam dan tradisi lokal, strategi dakwah adaptif dalam masyarakat multietnik, inovasi pendidikan dan supervisi pendidikan agama berbasis teknologi, serta internalisasi nilai Qur’ani dalam dakwah dan pendidikan karakter. Kajian komunikasi interpersonal, etika profesi pendidik di media sosial, komunikasi publik, dan manajemen isu keagamaan juga dianalisis secara kritis. Secara konseptual, edisi ini mengintegrasikan perspektif komunikasi, pendidikan Islam, sosiologi agama, dan etika digital untuk memperkaya diskursus akademik dan praktik sosial kontemporer.

  • Vol. 1 No. 1 (2025)

    Pengkajian perkembangan komunikasi dakwah  dalam berbagai bentuk media dan budaya modern. Fokus mencakup retorika tradisional, penggunaan platform digital, serta dampaknya terhadap pembentukan identitas keIslaman di tengah arus budaya kontemporer.

  • Komunikasi Keagamaan, Identitas Budaya, dan Agensi Sosial dalam Ekosistem Digital
    Vol. 2 No. 1 (2026)

    Edisi RISANI Vol. 2 No. 1 menelusuri transformasi kehidupan keagamaan dari pembinaan individu dan keluarga menuju dinamika masyarakat digital serta kota masa depan. Artikel-artikel dalam edisi ini membahas pembinaan mualaf melalui pendekatan dakwah dan pendidikan Islam, komunikasi orang tua dalam penerimaan materi pembelajaran anak, serta persepsi Generasi Z terhadap prestasi, spiritualitas, dan dakwah profetik di media sosial. Transformasi dakwah digital dikaji melalui analisis sentimen dan resepsi warganet, sementara hubungan antara fandom dan refleksi keagamaan diperlihatkan melalui penerimaan penggemar K-Pop terhadap dakwah di YouTube. Edisi ini juga mengangkat ruang digital sebagai arena counter-discourse dan pembentukan agensi penyintas kekerasan seksual, sekaligus sebagai ruang pembentukan moral dalam komunitas pengguna aplikasi X. Dimensi budaya dan identitas lokal hadir melalui representasi pempek Palembang di TikTok dan stilistika jurnalistik Radar Banjarmasin dalam membingkai budaya Banua. Pembahasan ditutup dengan integrasi nilai-nilai dakwah Islam dalam pengembangan smart city. Secara keseluruhan, edisi ini memperlihatkan perjalanan dakwah dari pembinaan iman, pendidikan, dan keluarga menuju transformasi digital, agensi sosial, representasi budaya, identitas lokal, dan pembangunan masyarakat urban yang berkeadaban.