RUANG DIGITAL SEBAGAI COUNTER-DISCOURSE : (Dinamika Pergeseran Kuasa dan Agensi Penyintas Kekerasan Seksual di Pesantren)
Keywords:
Kekerasan Seksual, Pesantren , Media Digital, Agensi PenyintasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pergeseran relasi kuasa dan agensi penyintas kekerasan seksual di pesantren di ruang digital. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Foucault yang didialogkan dengan perspektif feminis Sandra Bartky untuk membedah narasi pemberitaan digital. Hasil analisis temuan menunjukkan adanya mutasi mekanisme kuasa institusional menjadi "Panoptikon Teologis", di mana doktrin kepatuhan dieksploitasi untuk menafikan agensi korban. Di dunia nyata, tubuh santriwati mengalami pendisiplinan yang berlapis (seksisme) yang mengkonstruksi mereka sebagai subordinat tak berdaya dan rentan terhadap objektifikasi seksual. Namun, penelitian ini menyimpulkan bahwa kehadiran beberapa platform digital memfasilitasi terjadinya pergeseran agensi yang sangat signifikan. Ruang digital bertransformasi menjadi medan counter-discourse (wacana tandingan) yang mendobrak kebungkaman dan isolasi institusi. Melalui viralitas dan jurnalisme warga, hegemoni kekuaasaan oknum pelaku yang sebelumnya kebal hukum berhasil diruntuhkan. Media digital secara efektif mengembalikan agensi dan daya lawan penyintas, memantik keberanian pelaporan massal, membangun solidaritas, serta mendesak transparansi dan akuntabilitas hukum secara nyata.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aulia Aziza, S.Ag, M.Si, Drs. Amrullah, M.I.Kom (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




