DAMPAK KABAR BURUK PESANTREN LIRBOYO TERHADAP PESANTREN DAN MASYARAKAT DI KALIMANTAN SELATAN
Keywords:
Persepsi Masyarakat, Pesantren, Pemberitaan Negatif, Literasi Media, Komunikasi KrisisAbstract
Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana persepsi masyarakat Kalimantan Selatan terhadap pesantren dipengaruhi oleh pemberitaan negatif tentang Pesantren Lirboyo yang beredar secara luas melalui media massa dan media sosial. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, artikel ini berfokus pada alumni yang pernah menjadi santri di beberapa pesantren di Kalimantan Selatan sebagai narasumber utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi media, serta studi pustaka, kemudian dianalisis dengan proses reduksi, penyajian, verifikasi, dan triangulasi. Hasil artikel menunjukkan bahwa pemberitaan negatif mengenai pesantren tertentu memang menimbulkan generalisasi di kalangan sebagian netizen, yang cenderung memandang semua pesantren sama dan identik dengan kasus yang diberitakan. Hal ini berdampak pada citra kelembagaan pesantren secara umum, terutama di ruang digital. Namun demikian, masyarakat sekitar pesantren di Kalimantan Selatan, termasuk wali santri, tokoh masyarakat, dan jamaah pengajian, masih memandang pesantren di wilayah mereka sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang baik, relatif aman, dan memiliki kontribusi sosial-keagamaan yang positif. Temuan ini menunjukkan adanya jarak antara persepsi daring (online) dan pengalaman langsung masyarakat lokal. Artikel ini menegaskan pentingnya literasi media, manajemen komunikasi krisis, serta peran aktif pesantren dalam klarifikasi dan transparansi informasi guna menjaga reputasi kelembagaan serta mencegah stigma generalisasi terhadap dunia pesantren secara keseluruhan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Waladun Shaleh, Muhammad Rizqiya Maulana , Muhammad Amin Harisi, Muhammad Luqman Wibisana , Muhammad Naufal , Muhammad Mabrur (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




