Silent Treatment dalam Keluarga: Tantangan Keharmonisan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa

Authors

  • Ahmad Alfi Syahriin UIN Antasari Banjarmasin Author
  • Najla Amaly UIN Antasari Banjarmasin Author
  • Risqiatul Hasanah UIN Antasari Banjarmasin Author

Keywords:

Silent treatment, komunikasi interpersonal, orang tua, anak

Abstract

Silent treatment merupakan perilaku mendiamkan atau mengucilkan seseorang sebagai bentuk hukuman emosional pasif agresif yang dapat merusak komunikasi dalam hubungan keluarga. Dalam konteks keluarga, perilaku ini kerap muncul akibat konflik, perbedaan pendapat, atau kesalahan yang tidak terselesaikan secara komunikatif. Hal tersebut berpotensi mengganggu keharmonisan, kedekatan emosional, dan keterikatan antara anak dan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perilaku silent treatment orang tua kepada anak terhadap keharmonisan hubungan interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 20 mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang pernah mengalami perlakuan silent treatment dari orang tuanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silent treatment berdampak signifikan terhadap keharmonisan hubungan interpersonal dalam keluarga. Durasi konflik bervariasi, dari satu hari hingga lebih dari satu tahun, dengan dampak psikologis yang meliputi rasa bersalah, sedih, cemas, gelisah, hingga ketidakpedulian terhadap relasi keluarga. Temuan juga menunjukkan bahwa kualitas keterikatan (attachment) antara anak dan orang tua memengaruhi respons terhadap silent treatment. Informan dengansecure attachment cenderung cepat memulihkan komunikasi dan memiliki kepercayaan emosional yang stabil. Sebaliknya, informan dengan insecure attachment (baik avoidant, anxious, maupun disorganized) menunjukkan kecenderungan menarik diri, takut ditolak, atau bingung dalam menjalin hubungan kembali. Secara keseluruhan, silent treatment tidak hanya menghambat komunikasi, tetapi juga berisiko membentuk pola hubungan yang tidak sehat dalam keluarga. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya komunikasi terbuka dan pengendalian emosi dalam menyelesaikan konflik keluarga.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Silent Treatment dalam Keluarga: Tantangan Keharmonisan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa. (2025). Risani: Jurnal Riset Dan Pengabdian Islam, 1(2). https://journal.mahadhikacreative.com/index.php/risani/article/view/20